FARID AREMANIA
SATU JIWA DARI BERBAH
Rabu, 16 Januari 2013
Sabtu, 15 September 2012
Dzumafo tinggalkan Arema
Bomber
Arema Indonesia yang sekaligus kapten Singo Edan musim lalu, Herman
Dzumafo Epandi, resmi meninggalkan Arema dan berlabuh ke Persib Bandung.
Kepastian hengkangnya pemain asal Kamerun ini ditegaskan Direktur Utama
Arema, Ruddy Widodo.
"Hari Kamis kemarin, dia (Dzumafo)
menghubungi saya via telepon. Dia pamit dan mengatakan sudah berada di
Bandung. Saya katakan terima kasih atas kerjasamanya dengan Arema dan
semoga dia sukses di sana," kata Ruddy, Sabtu (15/9/2012).
Ruddy menuturkan negosiasi harga yang buntu menjadi penyebab pemain
bernomor-punggung 99 saat bersama Arema ini hengkang. Meski begitu,
Ruddy enggan menyebutkan nilai negosiasi harga antara manajemen dengan
Dzumafo.
"Tidak etis kalau jumlahnya disebutkan di publik.
Intinya, kami masih ingin dia bersama-sama kita, tapi tidak ketemu jodoh
harganya. Itu saja," sambungnya.
Ruddy membeberkan jika
kontrak Dzumafo sedianya berakhir akhir September ini. Tapi manajemen
merelakannya karena memang sudah mustahil bertemu kesepakatan harga.
"Aslinya dia masih sampai September. Tapi kami tidak lagi
mempermasalahkan itu karena toh tinggal beberapa hari saja. Waktu bicara
ditelepon, dia bilang belum menandatangani kesepakatan dengan Persib
karena masih ingin menghormati Arema dan Aremania walau dia sekarang
sudah di Bandung. Buat saya, yang dilakukan Dzumafo ini merupakan ciri
pemain profesional top. Semoga saja pilihannya ke Bandung merupakan
pilihan tepat dan dia bisa makin bersinar di sana," urai Ruddy.
Mengenai pengganti Dzumafo, Ruddy mengatakan akan menyerahkan
sepenuhnya kepada pelatih Arema, Paulo Camargo, untuk memutuskan skuad
legiun asing untuk Arema.
"Seperti yang saya bilang
kemarin-kemarin, kalau urusan pemain asing, itu nanti kami serahkan
semuanya kepada pelatih kepala," tukasnya.
THANKYOU NUWUS HEBAK
Ruddy menuturkan negosiasi harga yang buntu menjadi penyebab pemain bernomor-punggung 99 saat bersama Arema ini hengkang. Meski begitu, Ruddy enggan menyebutkan nilai negosiasi harga antara manajemen dengan Dzumafo.
"Tidak etis kalau jumlahnya disebutkan di publik. Intinya, kami masih ingin dia bersama-sama kita, tapi tidak ketemu jodoh harganya. Itu saja," sambungnya.
Ruddy membeberkan jika kontrak Dzumafo sedianya berakhir akhir September ini. Tapi manajemen merelakannya karena memang sudah mustahil bertemu kesepakatan harga.
"Aslinya dia masih sampai September. Tapi kami tidak lagi mempermasalahkan itu karena toh tinggal beberapa hari saja. Waktu bicara ditelepon, dia bilang belum menandatangani kesepakatan dengan Persib karena masih ingin menghormati Arema dan Aremania walau dia sekarang sudah di Bandung. Buat saya, yang dilakukan Dzumafo ini merupakan ciri pemain profesional top. Semoga saja pilihannya ke Bandung merupakan pilihan tepat dan dia bisa makin bersinar di sana," urai Ruddy.
Mengenai pengganti Dzumafo, Ruddy mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih Arema, Paulo Camargo, untuk memutuskan skuad legiun asing untuk Arema.
"Seperti yang saya bilang kemarin-kemarin, kalau urusan pemain asing, itu nanti kami serahkan semuanya kepada pelatih kepala," tukasnya.
THANKYOU NUWUS HEBAK
Jumat, 14 September 2012
4 Tipe Sahabat yang Baik Buat Kamu
Sahabat, sebuah pepatah mengatakan "cinta bisa dicari namun sahabat susah didapat" atau "kamu mungkin punya ribuan teman, tapi kamu tidak akan bisa mencari seorang sahabat sejati di antara teman itu", lalu bagaimana kriteria seorang sahabat, tidak ada yang baku untuk urusan yang satu ini. namun beberapa cara mengenalinya bisa dilihat dibawah ini.

1. Tipe pengkritik
Teman dengan tipe jenis ini akan selalu mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan. Tanpa diminta pun, ia akan selalu mengkritik kita bila melakukan sesuatu hal yang menyimpang. Tipe ini sangat baik untuk mengingatkan kita pada jalan yang benar, meskipun terkadang menyakitkan mendengar kritiknya yang agak pedas.
2. Tipe pendukung
Kamu yang memiliki teman seperti ini sangat beruntung, karena teman tipe ini akan selalu mendukung apa yang Kamu lakukan dan ikut bahagia dengan kesuksesan Kamu. Kamu akan selalu merasa semangat dan termotivasi bila berada dekat-dekat dengannya.
3. Tipe penggembira
Mungkin tipe seperti ini yang lebih banyak disukai. Teman dengan tipe penggembira akan selalu membuat Kamu ceria kembali di saat sedih dan berduka. rasanya tidak lengkap jika berkumpul tapi tidak ada teman Kamu yang satu ini. Di saat Kamu frustasi dan depresi, teman tipe inilah yang lebih banyak membuat Kamu tertawa.
4. Tipe pembimbing
Kamu akan merasa lebih bahagia ketika memiliki teman tipe ini. Berada di sekitarnya akan membuat Kamu merasa tenang dan damai. Ia pun akan selalu memberi masukan dan nasihat yang berguna dikala Kamu membutuhkannya. Rasanya hidup Kamu menjadi terarah karena ada teman yang memberi masukan penting untuk hidup Kamu.
Jika Kamu belum memiliki teman-teman seperti di atas, sebaiknya mulailah mencari karena dialah seorang shabat yang saling berbagi karena sahabat yang seimbang akan membuat hidup Kamu lebih seimbang. Kamu pun bisa terhindar dari penyakit stres dengan saling berbagi dengan mereka.
apasih.com
|
|
bohong

Perhatikan Matanya
Beberapa orang memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dengan mudah. Namun, saat seseorang berbohong, biasanya bisa dilihat dari fisiknya. Salah satunya adalah dengan mengamati mata lawan bicara kamu. Mengapa demikian?
Ketika menjawab pertanyaan dan bola mata orang tersebut bergerak ke arah kiri kemungkinan jawabannya jujur. Sedangkan bila bergerak ke arah kanan kemungkinan orang itu sedang mengatakan sesuatu yang bohong atau berbohong. Hal ini karena bagian otak kiri berfungsi sebagai Auditory Memory, sedangkan otak kanan untuk kreatifitas. Maka bila bola mata ke kiri, berarti dia berusaha mengingat sedangkan sebaliknya jika bola mata ke arah kanan berarti dia sedang menyusun atau menggambarkan sesuatu sebagai jawaban yang lain. Hal ini karena bagian kreatifitasnya sedang bekerja untuk mengarang suatu cerita bohong.
Perhatikan Gerak-geriknya
- Badan berkeringat.
- Napas mulai berat.
- Nada suara berbeda seperti meninggi atau monoton.
- Badan dan wajah terlihat kaku khususnya bagian dahi dan bibir.
- Tangan banyak bergerak misalnya memegang sesuatu, saling menggosok-gosokkan tangan, menggosok hidung, atau menutup mulut.
- Si pembohong tanpa disadari akan meletakkan benda-benda seperti cangkir, kertas, bolpen, atau benda lain sebagai pembatas.
- Coba ubah topik pembicaraan, jika ekspresinya terlihat lega, berarti ia sedang berbohong. Namun jika ia mengembalikan ke topik semula, berarti ia sedang berkata jujur.
nah gimana? gampang kan mengetahui orang itu berbohong atau tidak, tapi hasil pengujian ini tidak bisa juga dibilang akurat cuman bisa memperkirakan saja. jadi sikapi isinya dengan bijak ya. kalian kan udah gede.. hehe.. :)
|
|
Apasih.com :)
|
Sebuah pekerjaan yang mirip namun tak sama, bagaimana cara seoorang BOS dan Pemimpin?
1.Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan
2. Seorang BOS mengatakan "saya".
Seorang PEMIMPIN mengatakan "kita"
3. Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa
4. Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.
5. Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin
6. Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan
7. Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.
8. Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh
9. Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik
10. Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.
11. INGAT. SEORANG BOS BERKATA, "PERGI!"
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, "AYO PERGI"
Nah, jika suatu saat kamu cukup beruntung berada di situasi seperti itu, yang mana yang mau kamu pilih, mau jado BOS atau seorang Pemimpin? pilihan ada di tanganmu :) *Apasih.com*
Rabu, 12 September 2012
copas fb
5 REKRUTAN AREMA YANG BERMASALAH
Usai membaca cerita pemain Arema yang pindah di
klub lain yang mengegerkan. Kali ini redaksi
membuka ingatan nawak-nawak tentang pemain-
pemain rekrutan Arema yang bermasalah dalam
Cerita Saga Transfer Arema Bagian Kedua. Tidak setiap rekrutmen pemain Arema berlangsung
dalam kondisi sukses. Ada beberapa rekrutmen
pemain yang sempat mengundang kontroversi
karena berbagai sebab. Jika sudah seperti ini, tidak
hanya klub saja yang dirugikan namun juga para
pemainnya. Kali ini Akan Dibahas beberapa rekrutmen pemain
Arema yang sempat bermasalah. =============
1) BEJO SUGIANTORO
Salah satu pemain Timnas Primavera ini pernah
bermain bersama Persebaya dan PSPS Pekanbaru. Di
PSPS Ia bergabung selama 2 musim dari tahun
2002-2003 setelah melewati berbagai kesuksesan
bersama Persebaya, termasuk gelar Liga Indonesia
1996/1997 dan Runner Up 2 tahun kemudian. Karirnya bersama PSPS tak terbilang sukses. Musim
pertama PSPS gagal melaju ke babak 8 besar meski
sudah mengeluarkan dana berlimpah. Hal yang sama
diulangi musim sesudahnya meski sudah
mengkoleksi pemain bintang. Di musim ini karir Bejo
Sugiantoro bersama Hendro Kartiko dan Aples Tecuari sempat mandeg akibat skorsing 1 tahun dari
PSSI karena terlibat insiden pemukulan wasit
Subandi. Selepas menjalani skorsing 1 tahunnya, Bejo
Sugiantoro terlibat dalam proses rekrutmen
kontroversial bersama Arema dan Persebaya. Kala itu
kesepakatan prakontrak antara Bejo Sugiantoro dan
Arema telah disepakati. Pencairan pertama uang
muka kontrak sebesar 10juta rupiah juga sudah dikirimkan. Namun tidak selang berapa lama
Persebaya ikut campur dalam saga rekrutmen Bejo
Sugiantoro. Akibatnya dualisme kontrak terjadi. Karena yang terlibat adalah dua klub besar yang
sudah lama berseteru(Arema dan Persebaya), alhasil
terjadi tarik ulur mengenai proses rekrutmen Bejo
Sugiantoro. Gosip yang beredar Arema sanggup
menawarkan kontrak sebesar 300-325juta rupiah
setahun atau lebih mahal daripada rivalnya, Persebaya. Sumber lain menyebutkan bahwa ikatan
yang terjadi antara Bejo Sugiantoro bersama Arema
bukanlah prakontrak namun sudah ada deal
kontrak resmi sesuai dengan standar aturan PSSI
kala itu. Meski begitu tak sekalipun Bejo Sugiantoro terlibat
dalam persiapan tim Arema. Kasus ini pula sampai
menimbulkan perhatian besar baik di kalangan
suporter maupun media massa. Salah satu group
media massa terbesar di Jawa Timur sempat terlibat
persaingan 'tak resmi' dengan menyajikan porsi pemberitaan seputar Bejo Sugiantoro dari dua sudut
yang berbeda. Kasus ini akhirnya diselesaikan setelah K.H. Hasyim
Muzadi, Ketua Umum PB NU kala itu sekaligus
pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam
menjadi wasit dalam pertemuan yang melibatkan
kedua pihak. Disepakati bahwa Bejo Sugiantoro
akhirnya menjadi pemain Persebaya, dan Ketua Harian Persebaya kala itu Alm. H. Santo meminta maaf
kepada perwakilan Arema, Darjoto Setiawan, Satriya
B.W. dan Alm. Gandi Yogatama beserta Aremania atas
kelakuan Bejo, Hendro dan Persebaya pada
pertemuan ayng diselenggarakan 12 November
2003.
2) HENDRO KARTIKO
Sama halnya dengan Bejo Sugiantoro, Hendro
Kartiko libat dalam saga rekrutmen yang rumit dan
melibatkan dua klub terbesar di Jawa Timur, Arema
dan Persebaya. Hendro Kartiko di Liga Indonesia 2002 membela
PSPS Pekanbaru dan terkena sanksi skorsing akibat
pemukulan wasit Subandi bersama Bejo dan Aples
Tecuari. Karirnya bersama PSPS akhirnya mandeg,
begitu juga peluangnya untuk membela Timnas
Indonesia.Selama menjalani skorsing ia ikut berlatih bersama Arema yang kala itu, pada tahun 2003
dilatih oleh Henk Wullems sebagai pelatih utama. Seperti yang kita ketahui bersama Hendro Kartiko di
akhir tahun 2003 terlibat dualisme kontrak karena
Arema dan Persebaya sama-sama mengklaim status
kepemilikan pemain yang beristrikan wong Ngalam
tersebut. Hendro Kartiko disebut-sebut sudah
menerima pembayaran uang muka kontrak sebesar 10juta rupiah dari Arema, dengan nilai kontrak
hampir sama dengan Bejo Sugiantoro sekaligus lebih
besar daripada yang ditawarkan Persebaya. Pada akhirnya Arema terpaksa merelakan kepergian
Hendro Kartiko bersama Persebaya selepas
pertemuan di Ponpes Mahasiswa Al Hikam yang
dimediasi Ketua Umum PB NU kala itu, K.H. Hasyim
Muzadi.
3) MARTHEN TAO
Ada beberapa persamaan yang terjadi dalam kasus
dualisme kontrak yang mendera Marthen Tao, Bejo
Sugiantoro dan Hendro Kartiko yang melibatkan
Arema. Diantaranya terjadi bersamaan menjelang
musim Liga Indonesia 2004, pembayaran Down
Payment kontrak dari Arema kepada sang pemain sekaligus keberanian Arema dalam
memperjuangkan haknya mengingat yang menjadi
rivalnya baik Persebaya dan PKT merupakan klub
Divisi Utama, sedangkan Arema kala itu harus
berkutat di Divisi 1. Barangkali yang menjadi pembeda, jika Bejo
Sugiantoro dan Hendro Kartiko gagal berlabuh di
Arema, maka Marthen Tao menjadi pembeda. Ia
akhirnya sukses direngkuh Arema meski harus
menguras kesabaran yang tidak sebentar. Hingga batas akhir pendaftaran pemain untuk
Kompetisi Divisi Utama dan Divisi 1, kedua klub masih
ngotot mendaftarkan Marthen Tao. Akibatnya
Direktur Status, Alih Status dan dan Transfer Pemain
PSSI, Barry Sihotang memasukkan Marthen Tao
kedalam daftar cekal. Akibatnya Marthen dilarang memperkuat dan berkompetisi bersama klub
sepakbola Indonesia manapun selama belum ada
kejelasan menyangkut dualisme kontrak. Selama
paruh pertama musim kompetisi baik Arema dan PKT
Bontang tidak dapat menggunakan tenaga Marthen
untuk mengikuti kompetisi. Status Marthen akhirnya terjawab setelah Komisi
Disiplin PSSI menggelar sidang dan memastikan
Marthen Tao menjadi milik Arema pada 25 Maret
2004. Ketua komdis PSSI Togar Manahan Nero dalam
konferensi persnya kala itu mengatakan, pemain
asal Papua tersebut diputuskan telah menjadi pemain Arema dengan berbagai pertimbangan.
Salah satunya, keinginan kuat pemain tersebut
untuk memperkuat klub berjuluk Singo Edan
tersebut.
4) GERRARD AMBASA GUY
Ambassa Guy merupakan satu diantara tiga pemain
asing Arema yang dikontrak pada Putaran II
kompetisi Liga Indonesia 2007 lalu bersama Emile
Mbamba dan Tarikh El Janaby. Pemain kelahiran
Kamerun yang membela Tim Nasional Hong Kong ini
sempat memiliki masalah dengan Arema berkaitan dengan status kontraknya. Kala itu kepindahan Gerard Ambassa Guy dari Happy
Valley Hong Kong ke Arema gagal terlaksana karena
status Gerard bukanlah free transfer seperti yang
diutarakan agennya. Ambassa Guy masih terikat
kontrak dengan Happy Valley dan FIFA sendiri
akhirnya tidak dapat menerbitkan ITC(International Transfer Certificate) kepadanya sesuai dengan
request dari klub lamanya.
5) EROL FX IBA DAN SONI KURNIAWAN
Pramusim Liga Indonesia 2004 bagi Arema diwarnai
kejadian yang penuh mendebarkan. Bagaimana
tidak, hampir 30 pemain yang dikontrak untuk
kebutuhan tim menyongsong Liga Indonesia 2004,
hampir seperlimanya bermasalah dalam kontrak.
Jika Hendro Kartiko dan Bejo Sugiantoro menjadi bagian dari cerita bad ending Arema kala itu, dan
Marthen Tao menjadi bagian dari sekuel kedua Saga
Rekrutmen Arema musim 2004, maka kejadian yang
menimpa Erol FX Iba dan Sonny Kurniawan berakhir
dengan ending yang baik untuk Arema. Erol FX Iba maupun Sonny Kurniawan berasal dari
klub yang sama, PSPS Pekanbaru di Liga Indonesia
2003. Permasalahan terjadi tatkala kepindahan
keduanya ke Arema dipermasalahkan oleh klub
lamanya, PSPS Pekanbaru. Tim asal Provinsi Riau tersebut menyatakan jika
keduanya telah terikat kontrak dan masuk sebagai
list pemain PSPS untuk Liga Indonesia 2004. Tidak
tinggal diam, manajemen Arema memanggil
keduanya untuk menjelaskan permasalahan yang
terjadi. Untuk menanggulangi hal-hal yang diinginkan Arema juga berkonsultasi dengan PSSI
mengenai ikatan perjanjian kontrak yang dilakukan
oleh kedua pemain tersebut dengan Arema maupun
klub lamanya. Pada akhirnya diketahui bahwa ikatan kontrak
antara Erol FX Iba dan Sonny Kurniawan sah dengan
Arema. Dari pihak PSSI pun mengesahkan kedua
wingback tersebut untuk menjadi bagian tim Arema.
Info podo adate copassss
Membandingkan Statistik Ridhuan Dengan Sayap Lain
Muhammad Ridhuan santer tidak diperpanjang karena meminta gaji mahal. Namun setelah kami telusuri, gaji Ridhuan sangat standar untuk ukuran pemain asing yang berkualitas. Berkualitas?. Iya benar karena berposisi sebagai sayap, dia adalah salah satu aktor kebangkitan Arema musim lalu di putaran kedua.
Banyak anggapan yang menganggap Ridhuan musim lalu menurun dibandingkan dengan dua musim sebelum di Arema. Namun kenyataannya tidak, karena jika dibandingkan dengan jumlah pertandingan plus kontribusinya, Pemain berusia 28 tahun itu punya penampilan stabil.
Satu sisi yang membuat musim ini berbeda adalah stamina yang tidak bagus. Tentu ini wajar karena semenjak keluar dari Arema IPL, Ridhuan hampir 2 bulan tidak merasakan latihan fisik dan pertandingan level tinggi. Pemain manapun bahkan pemain timnas Indonesia yang sekarang latihan di Batu juga mengalami problem serupa karena lama tidak bermain.
Salah satu kandidat yang bakal menggantikan posisi Ridhuan adalah Arif Suyono. Gelandang lincah Arema 2007. Arif memang sangat baik musim lalu di penampilannya saat membela Mitra Kukar. Namun secara statistik, apa yang ditunjukkan Arif musim lalu masih kalah dengan Ridhuan.
Well, ditengarai harga menjadi hal utama yang bisa menyebabkan saga transfer ini gagal dilakukan. Padahal musim lalu, Ridhuan yang bermain setengah musim di Arema mengalami penurunan kontrak dari Arema IPL, "Saya ingin main dihadapan Aremania," ujarnya ketika itu.
Daripada kita bingung mari kita simak perbadingan Ridhuan dengan Arif Suyono, plus pemain sayap kesohor di Indonesia Super Liga
#Muhammad Ridhuan (Arema)
Jumlah Main : 15
Menit Main : 1177
Starter : 14
Diganti : 6
Pengganti : 1
Gol : 4
Kartu Kuning : 2
Poin Yang Didapat Ketika Main : 23
Pengaruh Ke Tim : 51,5%
#Arif Suyono (Mitra Kukar)
Jumlah Main : 26
Menit Main : 1870
Starter : 23
Diganti : 10
Pengganti : 3
Gol : 1
Kartu Kuning : 5
Poin Yan Didapat Ketika Main : 34
Pengaruh Ke Tim :43,58%
Pengaruh ke tim dihitung poin yang diperoleh oleh tim yang dibela ketika mereka bermain diatas 20 menit. Dan itu adalah hitungan standar penentuan pemain, meskipun masih banyak metode penghitungan lain termasuk assist dan gol. Dan berikut ini adalah pengaruh ke tim sayap-sayap kanan di ISL musim 2011/12.
Nama | Pengaruh Ke Tim | Gol (Efektivitas) | MenitMain
M. Ridwan (SFC) | 77,1% | 8 (23,5%) | 2788
Ian Luis Kabes (Persipura) | 66,6% | 4 (11,7%) | 2830
Edison Peter Rumaropen (Persiwa) | 54,76% | 9 (30%) | 1879
Jimmy Suparno (Persela) | 53,53% | 5 (15,1%) | 2937
Ramdani Lestaluhu (Persija) | 52,38% | 4 (14,2%) | 2322
Muhammad Ridhuan (Arema) | 51,5% | 4 (26,6%) | 1177
Atep (Persib) | 48,8% | 4 (18,75) | 2371
Cristian Warobay (Persidafon) | 44,3% | 2 (8,3%) | 2059
Arif Suyono (Mitra) | 43,5% | 1 (3,8%) | 1870
Sayap lain masih dibawah Arif Suyono
Penghitungan
Pengaruh Ke Tim: (Poin yang di dapat ketika main/Poin Seharusnya Yang Didapat)*100
Efektifitas : (Gol Yang dibuat/jumlah pertandingan yang dilakukan)*100
Sekali lagi itu adalah hitungan poin musim lalu, yang bisa dijadikan pandangan. Pada intinya, siapapun sayap yang main untuk Arema, tentu saja disesuaikan dengan kondisi dana yang ada. Semoga ini adalah pilihan terbaik manajemen. Ada pendapat lain nawak? — bersama Eggy Muhammad Asyiq.
Langganan:
Postingan (Atom)