BERBURU NOMER PUNGGUNG BARU .. ayo dipilih-dipilih :D
Musim kompetisi 2012-2013 paling cepat digulirkan medio November
mendatang. Meski masih beberapa bulan lagi, namun urusan nomor punggung
sudah mulai dipikirkan para pemain. Termasuk para penggawa Arema yang
kini telah menjalin kesepakatan pra kontrak dengan manajemen klub
berlogo kepala singa.
Diantara 15 pemain yang sudah aktif berlatih,
Catur Pamungkas adalah pemain yang sudah menegaskan tekadnya untuk
berganti nomor jersey musim baru nanti. Setelah semusim terakhir akrab
dengan nomor punggung 11, gelandang asal Karangploso itu berhasrat
mengenakan nomor 19 yang dianggapnya sebagai nomor keberuntungan. “Siapa
tahu hoki. Dari dulu saya lebih sering pakai nomor 19 karena merupakan
tanggal lahir saya,” ujarnya kepada Malang Post.
Sayang, keputusan pemain kelahiran 19 Juli 1989 ini untuk mengganti
nomor punggungnya berpotensi menimbulkan ‘rivalitas’ sengit. Pasalnya,
sang empunya nomor 19 musim lalu, Ferry Aman Saragih tampaknya tidak
akan melepas begitu saja nomor ‘keramatnya’ digunakan pemain lain. Hanya
saja, gelandang berdarah Batak itu menanggapi santai. “Kalau memang mau
dipakai pemain lain ya sudah. Saya masih pikir-pikir mau ganti nomor
berapa. Dari dulu saya selalu pakai nomor 19,” jawabnya.
Perebutan
nomor 19 tampaknya akan menjadi persoalan alot. Namun, setidaknya hal
itu tidak akan dipusingkan oleh pemain lain yang sudah sreg dengan nomor
favorit masing-masing. Dendi Santoso misalnya. Penyerang berusia 22
tahun itu menegaskan akan tetap setia dengan nomor punggung 41 yang
dikenakannya sejak tiga musim belakangan. “Kalau saya sih setia nomor
41. Boleh dibilang sudah identik. Apa ada yang mau pakai nomor 41 juga?”
tukasnya lantas terkekeh.
Begitu juga dengan pemain gaek
seperti Khusnul Yuli yang hampir sepanjang kariernya akrab dengan nomor
punggung 25. Saking identiknya nomor tersebut dengan pemain berusia 34
tahun itu, Hendro Siswanto yang sebelum bergabung Arema mengenakan nomor
punggung yang sama rela berpaling ke nomor punggung 12 demi menghormati
Yuli. “Kalau saya tentu tidak perlu ditanya lagi,” tandas Yuli sembari
tersenyum.
Adapun pemain lain juga memilih nomor punggung
tetap seperti musim lalu. Sebut saja Munhar yang menegaskan akan
mengenakan jersey nomor 53 dan Yoewanto Stya Beny tetap nomor 43. Pemain
baru seperti Benny Wahyudi juga sudah menyatakan bakal memakai nomor
punggung tujuh. “Come back ke Arema artinya come back dengan nomor
punggung tujuh,” seru bek sayap asal Turen itu.
Pemain baru
lainnya seperti Reza Mustofa mengaku bakal memakai nomor punggung 50
seperti akrab dengannya sejak berbalut kostum Persema Malang. Qischil
Gandruminny akan memakai nomor punggung 16. Sedangkan Sunarto masih
bingung antara nomor 15 atau 78. “Saya masih pikir-pikir nih,” jawab
striker asal Pakis itu....
SALAM 1 JIWA~
BERBURU NOMER PUNGGUNG BARU .. ayo dipilih-dipilih :D
Musim kompetisi 2012-2013 paling cepat digulirkan medio November mendatang. Meski masih beberapa bulan lagi, namun urusan nomor punggung sudah mulai dipikirkan para pemain. Termasuk para penggawa Arema yang kini telah menjalin kesepakatan pra kontrak dengan manajemen klub berlogo kepala singa.
Diantara 15 pemain yang sudah aktif berlatih, Catur Pamungkas adalah pemain yang sudah menegaskan tekadnya untuk berganti nomor jersey musim baru nanti. Setelah semusim terakhir akrab dengan nomor punggung 11, gelandang asal Karangploso itu berhasrat mengenakan nomor 19 yang dianggapnya sebagai nomor keberuntungan. “Siapa tahu hoki. Dari dulu saya lebih sering pakai nomor 19 karena merupakan tanggal lahir saya,” ujarnya kepada Malang Post.
Musim kompetisi 2012-2013 paling cepat digulirkan medio November mendatang. Meski masih beberapa bulan lagi, namun urusan nomor punggung sudah mulai dipikirkan para pemain. Termasuk para penggawa Arema yang kini telah menjalin kesepakatan pra kontrak dengan manajemen klub berlogo kepala singa.
Diantara 15 pemain yang sudah aktif berlatih, Catur Pamungkas adalah pemain yang sudah menegaskan tekadnya untuk berganti nomor jersey musim baru nanti. Setelah semusim terakhir akrab dengan nomor punggung 11, gelandang asal Karangploso itu berhasrat mengenakan nomor 19 yang dianggapnya sebagai nomor keberuntungan. “Siapa tahu hoki. Dari dulu saya lebih sering pakai nomor 19 karena merupakan tanggal lahir saya,” ujarnya kepada Malang Post.
Sayang, keputusan pemain kelahiran 19 Juli 1989 ini untuk mengganti
nomor punggungnya berpotensi menimbulkan ‘rivalitas’ sengit. Pasalnya,
sang empunya nomor 19 musim lalu, Ferry Aman Saragih tampaknya tidak
akan melepas begitu saja nomor ‘keramatnya’ digunakan pemain lain. Hanya
saja, gelandang berdarah Batak itu menanggapi santai. “Kalau memang mau
dipakai pemain lain ya sudah. Saya masih pikir-pikir mau ganti nomor
berapa. Dari dulu saya selalu pakai nomor 19,” jawabnya.
Perebutan nomor 19 tampaknya akan menjadi persoalan alot. Namun, setidaknya hal itu tidak akan dipusingkan oleh pemain lain yang sudah sreg dengan nomor favorit masing-masing. Dendi Santoso misalnya. Penyerang berusia 22 tahun itu menegaskan akan tetap setia dengan nomor punggung 41 yang dikenakannya sejak tiga musim belakangan. “Kalau saya sih setia nomor 41. Boleh dibilang sudah identik. Apa ada yang mau pakai nomor 41 juga?” tukasnya lantas terkekeh.
Begitu juga dengan pemain gaek seperti Khusnul Yuli yang hampir sepanjang kariernya akrab dengan nomor punggung 25. Saking identiknya nomor tersebut dengan pemain berusia 34 tahun itu, Hendro Siswanto yang sebelum bergabung Arema mengenakan nomor punggung yang sama rela berpaling ke nomor punggung 12 demi menghormati Yuli. “Kalau saya tentu tidak perlu ditanya lagi,” tandas Yuli sembari tersenyum.
Adapun pemain lain juga memilih nomor punggung tetap seperti musim lalu. Sebut saja Munhar yang menegaskan akan mengenakan jersey nomor 53 dan Yoewanto Stya Beny tetap nomor 43. Pemain baru seperti Benny Wahyudi juga sudah menyatakan bakal memakai nomor punggung tujuh. “Come back ke Arema artinya come back dengan nomor punggung tujuh,” seru bek sayap asal Turen itu.
Pemain baru lainnya seperti Reza Mustofa mengaku bakal memakai nomor punggung 50 seperti akrab dengannya sejak berbalut kostum Persema Malang. Qischil Gandruminny akan memakai nomor punggung 16. Sedangkan Sunarto masih bingung antara nomor 15 atau 78. “Saya masih pikir-pikir nih,” jawab striker asal Pakis itu....
SALAM 1 JIWA~
Perebutan nomor 19 tampaknya akan menjadi persoalan alot. Namun, setidaknya hal itu tidak akan dipusingkan oleh pemain lain yang sudah sreg dengan nomor favorit masing-masing. Dendi Santoso misalnya. Penyerang berusia 22 tahun itu menegaskan akan tetap setia dengan nomor punggung 41 yang dikenakannya sejak tiga musim belakangan. “Kalau saya sih setia nomor 41. Boleh dibilang sudah identik. Apa ada yang mau pakai nomor 41 juga?” tukasnya lantas terkekeh.
Begitu juga dengan pemain gaek seperti Khusnul Yuli yang hampir sepanjang kariernya akrab dengan nomor punggung 25. Saking identiknya nomor tersebut dengan pemain berusia 34 tahun itu, Hendro Siswanto yang sebelum bergabung Arema mengenakan nomor punggung yang sama rela berpaling ke nomor punggung 12 demi menghormati Yuli. “Kalau saya tentu tidak perlu ditanya lagi,” tandas Yuli sembari tersenyum.
Adapun pemain lain juga memilih nomor punggung tetap seperti musim lalu. Sebut saja Munhar yang menegaskan akan mengenakan jersey nomor 53 dan Yoewanto Stya Beny tetap nomor 43. Pemain baru seperti Benny Wahyudi juga sudah menyatakan bakal memakai nomor punggung tujuh. “Come back ke Arema artinya come back dengan nomor punggung tujuh,” seru bek sayap asal Turen itu.
Pemain baru lainnya seperti Reza Mustofa mengaku bakal memakai nomor punggung 50 seperti akrab dengannya sejak berbalut kostum Persema Malang. Qischil Gandruminny akan memakai nomor punggung 16. Sedangkan Sunarto masih bingung antara nomor 15 atau 78. “Saya masih pikir-pikir nih,” jawab striker asal Pakis itu....
SALAM 1 JIWA~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar